Cerita Kesunyian
Selasa, 01 Maret 2022
Tambah Komentar
Malam ini aku teringat dirimu, kau biasanya bercerita. kau biasanya memberi kabar dari udara. kau nyatanya selalu bercerita tentang siapa yang singgah. kau kadang mengetuk pintu-pintu pembatas hijab untuk menjelaskan perkara siapa yang membuka. Kau selalu menutup ruang kepada siapapun tanpa seizin pendamping abdi dalem-Mu. Segala sisi mampu kau kendalikan tanpa berlebihan dengan kebiasaan bercerita, indah bukan!?
"Kakang! Beberapa hari lalu aku diminta mengisi kajian oleh komunitas perempuan yang menamakan diri sebagai benteng Aswaja peradaban islam, dan kajian itu akan dipusatkan dilingkungan masyarakat dengan karakteristik cerewet rewel dan sejenis. Satu hal lagi yang agak membuat hati ini sungguh gugup."
Tutur Yayuk.
"Apa yang engkau maksud itu, jangan membuat hati ini tegang gugup?" Sambung Yogi.
"Ternyata mereka mengenal dan mengetahui bahwa saya adalah murid dari ustadz guru tuan yang rutin mengisi kajian setiap minggu diarena sekitar kampung. Dan menarik nya lagi founder sekaligus pimpinan nya merupakan alumni pascasarjana salah satu Perguruan tinggi ternama di pulau jawa seorang Magister psikologi. Aku nervous kang, aku ini manusia normal yang jika dihadapkan dengan orang-orang hebat melampaui strata sosial pada umumnya. Sementara beliau beliau telah melakukan komunikasi beberapa kali sebelum kemudian aku iya kan. Bagaimana aku mengendalikan ini semua, tinggal beberapa jam kemudian akan di langsungkan, What Will I Do !?".
"Sabarr, nduk! Sabar. Jangan gegabah gitu, tenangkan hati-Mu, segala hal ada prahara dan penyelesaian-Nya. Aku faham kondisimu, aku faham jalur pikiranmu. Bukankah engkau sudah memahami beberapa isi kitab salafussaleh? bahkan telah khatam dan mendapatkan sanadnya langsung, dalam dadamu sudah ada pegangan berdalil dan berbicara sesuai koridor yang berlaku. Tidak perlu risau apalagi mengkomparasikan pengetahuan/kemampuan hebatmu dengan title akademik dalam berdalih untuk memahamkan Ummat.!? Memahamkan masyarakat dan memberi wejangan konsep beragama berdasarkan Qur'an, Hadist, ijma' serta qiyash tidak terfokus hanya pada title semata melainkan kefaqihan terhadap penguasaan materi. Bergerak saat ini merupakan keadaan yang siap menjemput keberkahan-keberkahan yang tersembunyi yang akan muncul membumi jika disebarkan/diamalkan keilmuan yang dirasa tidak ada apa-apanya bagi kita pribadi walau hanya secuil dari sebagian, 'bukankah Al ilmu bilaa amalin Kassajarin bila tsamarin': ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.? "
"Okay siap.. Bismillah, Bisa ya kang!? "
"Good, Lanjutkan. Pasti Bisa! "
Cerita demi cerita selalu terkenang dalam diri setiap insan biasa bahkan manusia luar biasa, selalu menjadi memori yang berputar merotasi. Cerita akan menjadi simbol kekaguman pahit manis pengalaman. Bercerita dapat mengurangi beban pikiran yang bersemayam melekat ditahan selama beberapa jam lamanya. Cerita menjadi jaringan integrasi antara hubungan individual secara emosional kebatinan. kebiasaan bercerita membawamu menuju kelancaran melatih komunikasi verbal, penataan bahasa, serta kekuatan berfikir. Kadangkala, berawal dari cerita-lah kehidupan itu menyatu sebagai sebuah kenyataan.
#MenuliskuSebabMerdeka
*PenaDeddet
Belum ada Komentar untuk "Cerita Kesunyian"
Posting Komentar